Manajemen Training dalam Pelatihan Senior Course HMI
Oleh: Irmawati – Peserta Senior Course HMI Cabang Mempawah, 10–16 Mei 2025
---------------------------------------------------------------------------------------------
Pelatihan Senior Course Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) merupakan jenjang kaderisasi lanjutan yang memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan kualitas kepemimpinan kader HMI. Dalam pelatihan ini, berbagai materi penting disampaikan untuk memperkuat kapasitas peserta, salah satunya adalah tentang manajemen training.
Setahu saya, manajemen training adalah proses perencanaan pelatihan dalam suatu proses, yang mencakup bagaimana sebuah pelatihan dirancang, dilaksanakan, dan dievaluasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam konteks pelatihan Senior Course HMI, manajemen training menjadi kunci agar seluruh proses pelatihan berjalan sistematis, efektif, dan efisien.
Manajemen training tidak hanya berbicara tentang teknis pelaksanaan, tetapi juga menyentuh aspek strategis seperti analisis kebutuhan pelatihan, penyusunan kurikulum, pemilihan metode, pengelolaan sumber daya manusia (fasilitator dan peserta), hingga evaluasi dan tindak lanjut setelah pelatihan. Semua ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan untuk memastikan hasil pelatihan sesuai dengan tujuan kaderisasi HMI.
Dalam pelatihan yang saya ikuti di Cabang Mempawah pada tanggal 10 sampai 16 Mei 2025, saya menyadari bahwa manajemen training yang baik memberikan dampak signifikan terhadap suasana dan hasil belajar. Jadwal yang terstruktur, kesiapan materi dan fasilitator, serta fleksibilitas dalam menangani dinamika peserta adalah beberapa indikator keberhasilan manajemen training yang saya rasakan langsung.
Selain itu, manajemen training yang diterapkan dalam Senior Course juga menekankan prinsip partisipatif dan kolaboratif. Peserta tidak hanya menjadi objek, melainkan juga subjek dalam proses pelatihan. Kami diberikan ruang untuk berpendapat, menyampaikan kritik, dan terlibat aktif dalam berbagai simulasi serta studi kasus yang mencerminkan kondisi nyata di lapangan.
Manajemen training juga memfasilitasi keberlanjutan proses kaderisasi melalui kegiatan pasca-pelatihan, seperti tindak lanjut berupa penugasan atau proyek perubahan di lingkungan masing-masing. Hal ini menjadi bukti bahwa pelatihan tidak berhenti pada ruang kelas, tetapi berlanjut dalam kehidupan nyata sebagai kader HMI yang bertanggung jawab.
Melalui pengalaman ini, saya semakin memahami bahwa manajemen training bukan sekadar proses administratif, tetapi merupakan strategi penting dalam membangun pelatihan yang bermakna dan berdampak. HMI sebagai organisasi kader harus terus memperkuat manajemen training-nya agar setiap proses kaderisasi mampu menghasilkan kader yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara manajerial dan visioner.
Akhirnya, saya percaya bahwa pelatihan yang dikelola dengan manajemen training yang baik akan melahirkan kader-kader unggul yang siap berkontribusi nyata bagi umat dan bangsa.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
#HMISTITDAR
#HMIKubuRaya
#HMICabangMempawah
#TrainingRaya
Rep. Aulia

Posting Komentar