Oleh : Dewi Purnama Sari (Peserta Senior Course HMI Cabang Mempawah)
Pendahuluan
Kegiatan Senior
Course Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mempawah yang dilaksanakan
pada 12–16 Mei 2025 bukan hanya sekadar ajang menyampaikan materi
ideologis dan organisatoris, tetapi juga menjadi momen pembentukan atmosfer
belajar yang menyenangkan, dinamis, dan penuh keakraban. Salah satu faktor
pendukung keberhasilan proses pembelajaran dalam kegiatan ini adalah bagaimana panitia,
instruktur, dan peserta bersama-sama membangun suasana serta menghidupkan kelas
melalui berbagai bentuk ice breaking.
Pentingnya Membangun Suasana dalam Proses Pembelajaran
Seperti
yang kita pahami bersama, dalam kegiatan pelatihan atau perkaderan, khususnya
di level Senior Course, para peserta tidak hanya menerima materi secara satu
arah. Mereka terlibat aktif dalam diskusi, simulasi, dan refleksi. Oleh karena
itu, suasana kelas sangat menentukan antusiasme dan kenyamanan peserta.
Pada
pelaksanaan SC kali ini, suasana dibangun sejak hari pertama dengan pendekatan
kekeluargaan. Panitia menyambut peserta dengan hangat, memperkenalkan diri
secara santai namun penuh semangat, sehingga suasana menjadi cair dan peserta
merasa diterima. Instruktur juga berperan penting dalam menjaga iklim
pembelajaran yang terbuka dan tidak menggurui.
Peran Ice Breaking dalam Membangkitkan Dinamika
Selama
pelatihan berlangsung, baik instruktur ataupun peserta rutin menyisipkan
berbagai jenis ice breaking untuk menyegarkan suasana dan menghilangkan
kejenuhan setelah materi-materi yang berat. Beberapa kegiatan ice breaking yang
dilakukan meliputi:
- Permainan kelompok seperti "tebak kata" bertema nilai-nilai HMI yang
mengasah kekompakan dan mengaitkan dengan substansi materi.
- Tepuk semangat dan yel-yel antar kelompok, yang digunakan untuk memantik energi dan kebersamaan di pagi dan
sore hari.
- Simulasi singkat seperti permainan peran (role play) yang melibatkan peserta
memerankan situasi dalam organisasi berdasarkan konstitusi HMI.
- Senam ringan dan peregangan untuk menjaga stamina peserta selama sesi panjang.
Ice
breaking ini tidak hanya berfungsi untuk hiburan, tetapi menjadi sarana untuk
membangun kedekatan emosional antar peserta dan antara peserta dengan panitia.
Suasana menjadi lebih akrab, sehingga diskusi-diskusi yang muncul pun lebih
terbuka dan produktif.
Pengalaman Lapangan
Banyak
peserta mengungkapkan bahwa suasana dalam kelas terasa menyenangkan, tidak
kaku, dan penuh semangat. Meskipun materi yang disampaikan berat — seperti
konstitusi HMI, ideologi, dan strategi gerakan — mereka tetap fokus karena
suasana belajar yang hidup. Beberapa peserta bahkan berani menyampaikan kritik,
saran, dan analisis yang mendalam, sesuatu yang mungkin tidak terjadi jika
suasana tegang dan terlalu formal.
Hal ini
tidak lepas dari upaya panitia dan instruktur yang sadar pentingnya emotional
engagement dalam proses belajar. Dengan membuat peserta merasa diterima,
dihargai, dan dilibatkan, maka pembelajaran menjadi jauh lebih efektif.
Kesimpulan
Membangun
suasana yang nyaman dan menyisipkan ice breaking secara tepat waktu terbukti
menjadi kunci keberhasilan dalam pelaksanaan Senior Course HMI Cabang
Mempawah Tahun 2025. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pembelajaran yang
efektif bukan hanya tentang isi materi, tetapi juga tentang bagaimana kita
menyampaikannya — dengan hati, dengan strategi, dan dengan suasana yang
membangun.
Semoga
praktik baik ini dapat terus dipertahankan dan dikembangkan dalam kegiatan
perkaderan HMI berikutnya, karena kader bukan hanya perlu diberi ilmu, tetapi
juga perlu dibentuk karakternya dalam ruang belajar yang hidup dan
menyenangkan.
Referensi
Uno, Hamzah B. (2008). Model Pembelajaran: Menciptakan Proses Belajar
Mengajar yang Kreatif dan Efektif. Jakarta: Bumi Aksara.
Suyatno. (2009). Strategi Pembelajaran yang Menyenangkan.
Bandung: Alfabeta.
Djamarah, Syaiful Bahri. (2002). Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka
Cipta.
Knowles, Malcolm S. (1984). The Adult Learner: A Neglected Species. Houston: Gulf
Publishing Company.
Brookfield, Stephen D. (1995). Becoming a Critically Reflective Teacher. San
Francisco: Jossey-Bass.
Rohmah, N. (2020). Strategi Pembelajaran Orang Dewasa (Andragogi) dalam Pelatihan
Kepemimpinan. Jurnal Kepemimpinan Pendidikan, 5(1), 45–56.
Handayani, L. (2021). Penerapan Ice Breaking dalam Meningkatkan Motivasi dan Konsentrasi
Siswa. Jurnal Pendidikan
Karakter, 11(2), 210–222.
#hmistitdar
#hmicabangkuburaya
#pesertaseniorcourse
#hmicabangmempawah
Editor: Amarizar MD
Rep: Aulia

Posting Komentar